Ini bukan rumor ini bukan gosip. Sebuah sumber di lingkungan Departemen Luar Negeri mengungkap adanya usaha intensif dari beberapa anggota kongres dari Partai Demokrat Amerika kepada Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk membantu proses ke arah kemerdekaan Papua secara bertahap.
Pages
Blog Archive
Translate
Popular Posts
-
Islam adalah agama yang mengatur kehidupan manusia, termasuk tentang negara dan politik. Politik (siyasah) adalah pemeliharaan urusan uma...
-
Wiji Thukul: Sekali Berarti, Sudah Itu Mati oleh ABD. HAFIDZ, AR Kalau kita mau jujur, barangkali Wiji Thukul adalah satu-satunya peny...
-
Ini bukan rumor ini bukan gosip. Sebuah sumber di lingkungan Departemen Luar Negeri mengungkap adanya usaha intensif dari beberapa anggota k...
-
SEPERTI APA PERJUANGAN MANTAN AKTIVIS MAHASISWA ?? Mantan mahasiswa mungkin itu salah satu sebutan buat para mahasiswa yang telah men...
-
Hidayat Nur Wahid dilahirkan pada 8 April 1960 M, bertepatan dengan 9 Syawal 1379 Hijriyah. Ia lahir di Dusun Kadipaten Lor, Desa Kebon D...
-
MANAJEMEN AKSI (DEMONSTRASI) “Mahasiswa adalah aset umat. Ia bersifat elitis dan eksklusif. Jumlahnya hanya 2 % dari penduduk Indones...
-
Lemahnya Indonesia yang "kaya" akan kekayaan alamnya menjadi "mandul" tak bisa apa-apa, ini semua dimulai dan diawali ...
-
MANAJEMEN AKSI (DEMONSTRASI) “Mahasiswa adalah aset umat. Ia bersifat elitis dan eksklusif. Jumlahnya hanya 2 % dari penduduk Indonesi...
-
Mendengar kata zionisme, umumnya kita langsung menghubungkannya dengan Israel (Yahudi). Hal ini tidak salah, tetapi pemahaman seperti ini ...
-
Hidayat Nur Wahid dilahirkan pada 8 April 1960 M, bertepatan dengan 9 Syawal 1379 Hijriyah. Ia lahir di Dusun Kadipaten Lor, Desa Kebon Dal...
About Me
- Abd. Hafidz AR
- Pekanbaru, Riau, Indonesia
- Menteri Kebudayaan dan Kreativitas Mahasiswa BEM UNRI Ketua Bidang Advokasi PW IPM Riau Student In International Relational Riau University
Followers
Blogger news
Blogroll
Blogger templates
Tuesday, 5 March 2013
Skenario Konspirasi Kosovo di Indonesia
Posted by
Abd. Hafidz AR
at
20:21
0
comments
Konspirasi Amerika di Papua
Kabar Papua menjadi target AS berikutnya sudah beredar di kalangan intelejen. Sebuah sumber di lingkungan Departemen Luar Negeri mengungkap adanya usaha intensif dari beberapa anggota kongres dari Partai Demokrat Amerika kepada Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk membantu proses ke arah kemerdekaan Papua secara bertahap.
Padahal kalau kita tahu pembagian royalty Freeport Indonesia hanya mendapat 1%,sedangkan asing mendapat 99%. sungguh lucu yah.. "Masa tukang cangkul hasilnya jauh lebih banyak dari yang punya tanah. Ini semua karena zaman Orde Baru" Dimana pada saat itu semua kekayaan alam Indonesia mulai dikuras habis akibat perjanjian-perjanjian yang "timpang" pada zaman Indonesia menganut sistim kapitalis pada masa awal itu." Semua ini akibat perjanjian-perjanjian pertambangan pada masa lalu.
sumber: iniitunyaharis.blogspot.com/2012/07/ setelah-libya-target-as-selanjutnya.html
Posted by
Abd. Hafidz AR
at
20:19
0
comments
Friday, 21 December 2012
Kontroversi dalam Ujian Nasional, Sikap Dilematis Pemerintah dalam Memahami Kualitas Pendidikan Nasional
- Inkonsistensi
dan Arogansi Eksekutif; sikap Mendiknas untuk tetap bersikeras melakukan
Ujian Nasional ini diterjemahkan sebagai suatu sikap arogansi eksekutif,
karena sebelumnya UAN telah disepakati bersama komisi X DPR serta para
pakar praktisi pendidikan untuk dicabut dan dihapuskan, namun Mendiknas
kembali menggelar UN sebagai pengganti UAN yang sistem penyelenggaraannya
hampir sama.
- Menyalahi
konsep Otonomi Pendidikan; UAN Dan UN yang dilaksanakan pemerintah melalui
Mendiknas, disinyalir berseberangan dengan konsep otonomi pendidikan,
karena keterlibatan dan campur tangan pemerintah pusat yang begitu
dominan. Padahal sistem penyelenggaraan UAN maupun UN itu cenderung
sentralistik, dan tidak mengakomodir pluralitas di masing-masing daerah.
Seharusnya yang meluluskan peserta didik dalam jenjang pendidikan tertentu
merupakan otoritas masing-masing lembaga pendidikan, bukan pemerintah yang
merancang desain Ujian Akhir serta mematoknilai standar minimum kelulusan.
Karena pemerintah pusat jelas tidak memahami seluk beluk pendidikan
didaerah-daerah, apalagi jika hendak meluluskan para peserta didik dengan
standarisasi dan nilai ujian.
- Mengabaikan
nilai-nilai Khas Kultural; masing-masing daerah di Indonesia memiliki
kultur yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Dan ketika
sistem ujian nasional digunakan sebagai standar nasional yang
sentralistik, maka nilai-nilai khas kultural yang dimiliki masing-masing
daerah cenderung diabaikan.
- Rentan
terhadap Intervensi/Kepentingan Pemerintah; ini merupakan persoalan yang
paling rawan dikhawatirkan oleh banyak kalangan, penyelenggaraan UN
dianggap sebagai bentuk intervensi pusat kepada daerah-daerah secara
berlebihan
Posted by
Abd. Hafidz AR
at
15:17
0
comments
Saturday, 21 April 2012
MANAJEMEN AKSI
- Diskusi awal (Tim/Dept. Khusus : bidang Sospol), dteruskan ke :
- Diskusi Lanjutan (pelibatan kader, (unsur UKM), menghadirkan pakar, penerbitan Pers Release), lalu
- Pembentukan Tim Teknis Aksi
- Aksi di lapangan
- Tema / Grand Issue. Pilihlah tema atau isu yang sedang hangat menjadi bahan pembicaraan (up to date) atau relevan atau sesuai dengan kebutuhan organisasi yang bersangkutan. Kemudian fokuskan, agar informasi atau opini yang hendak dibangun tidak bias.
- TargetSusun target. Baik target teknis seperti pencapaian jumlah massa dan blow up media, dan target esensi seperti isu tuntutan aksi. Begitu juga target siapa yang pihak yang hendak dituju.
- Skenario. Seperti halnya film, aksi butuh skenario, yang menjadi acuan bergeraknya aksi. Skenario ini mencakup rute, tokoh orator, happening art, dan acara lainnya. Sebaiknya skenario disiapkan lebih dari satu. Jika ada sesuatu hal di lapangan tak memungkinkan berjalannya sebuah skenario, dapat diganti dengan skenario lain (plan B).MassaDalam aksi yang mengandalkan massa, strategi penggalangan massa menjadi penting, demikian juga dengan cara mengendalikan massa jika massa berjumlah besar.
- PemberitahuanTergantung pada kebutuhan. Jika kita memutuskan untuk menulis pemberitahuan, maka lakukan sesuai dengan UU No. 9/1998. Begitu juga dengan pemberitahuan kepada media massa (release awal) agar kelak mereka dapat meliput kita.media interestAksi yang ‘menarik’ akan disukai oleh media. Karena itu perlu diperhatikan sebuah momen yang khusus didesain untuk konsumsi jurnalis foto, selain press release untuk jurnalis berita.
- Format Format atau bentuk aksi adalah pilihan dari banyak bentuk aksi. Pilihannya ada dua, format kekerasan atau nirkekerasan. Sebagai ‘penjaga gawang’ gerakan moral, maka seyogyanya aksi mahasiswa bersifat nirkekerasan. Aksi nirkekerasan ini sangat bervariatif sekali. Dimulai dari aksi diam (bisu), orasi, happening art, aksi topeng, mmogok makan, hingga ke blokade, pengepungan, dan boikot.
- KorlapKoordinator Lapangan adalah pemegang komando ketika aksi sedang berjalan. Peserta aksi harus mentaati setiap arahan dari korlap. Korlap memperoleh masukan informasi dari perangkat lain yang akan digunakannya untuk mengambil keputusan-keputusan penting. Korlap juga yang bertugas menjaga stamina massa agar tidak loyo dan tetap konsentrasi ke aksi. Korlap bukanlah amanah instant. Ia diperoleh dari proses jangka panjang. Korlap adalah orang paling mengerti tentang isu yang sedang diperjuangkan, sehingga wawasan pengetahuannya dapat dikatakan lebih banyak dari yang lainnya. Korlap dapat juga berorasi.
- OratorTerkadang diperlukan orator khusus selain korlap, khususnya pada aksi aliansi atau aksi yang melibatkan tokoh. Para orator ini menyampaikan orasi berdasarkan isu yang telah disepakati bersama. Bobot suatu orasi ditentukan oleh susunan kalimat, data up to date, dan kualitas pernyataan sikap. - AgitatorAgitator adalah pembangkit semangat massa dengan pekik teriakan disela-sela orasi korlap dan orator. Ia juga membantu korlap untuk menjaga stamina massa dengan memimpin lagu dan yel-yel.
- NegosiatorTerkadang diperlukan person yang khusus bertugas untuk melakukan negosiasi. Negosiasi ini dilakukan kepada aparat polisi atau pihak-pihak yang ingin dituju jika aksi di-setting audiensi.
- HumasTim Humas adalah salah satu elemen penting aksi. Tim humas bertanggung jawab dalam menjembatani aksi kepada para jurnalis. Mereka membuat pers release. Bobot Pers Release itu dibuat berdasarkan nilai-nilai jurnalistik. Disebut sukses jika media tidak bias memuat tuntutan atau opini yang hendak digulirkan oleh aksi.
- Security/borderTim ini bertugas menjaga keamanan peserta aksi. Mereka juga wajib untuk mengidentifikasi para penyusup atau aparat yang hendak memprovokasi agar aksi berakhir chaos. Tim ini memiliki bahasa tersendiri yang hanya diketahui oleh sedikit orang dari peserta aksi.
- DokumenterTim ini memback-up tim humas. Tetapi inti tugasnya adalah mendokumentasi aksi dari awal hingga akhir serta membuat kronologis aksi. Dokumentasi ini dengan kamera, handycam ataupun notes. Data ini akan digunakan sebagai bukti otentik jika aksi mengalami kekerasan dari aparat atau massa lain.
- MedikTugas ini memang spesifik bagi mereka yang menguasai ilmu medis. Umumnya adalah mahasiswa kedokteran atau mereka yang pernah terlibat dalam aktivitas kepalangmerahan atau bulan sabit merah. Tim ini memberikan pertolongan pertama kepada peserta aski yang mengalami cidera.- LogistikDalam aksi yang disetting lama dan melelahkan. Tim logistik bertugas untuk menyediakan sarana untuk membugarkan peserta aksi seperti air minum, snack dan sound system. Terkadang, mereka juga membuat dan mendesain kertas tuntutan atau karikatur.
- Tim kreatifTim ini memiliki kewenangan untuk mendesain sebuah atraksi seni atau instalasi sesuai amanat hasil musyawarah.Pelaksanaan dan Pasca Aksi Saat massa telah terkumpul di tempat yang telah ditentukan, maka korlap sebaiknya tidak langsung memberangkatkan peserta aksi sebelum ada taujih (nasehat) dan doa. Selain itu perlu juga adanya pemanasan (warming up) dengan cara melatih yel-yel atau orasi untuk pencerdasan peserta aksi. Warming-up ini bertujuan untuk mensolidasi peserta aksi. Setelah kompak, solid, dan cerdas barulah aksi dimulai.Saat aksi, peserta wajib menghormati komnado korlap dan turut menjaga keamanan aksi hingga aksi usai. Jika aksi disetting serius atau aksi bisu maka peserta harus menjauhkan dari kegiatan senda gurau dan ketidakseriusan. Seusai aksi, maka peserta menutupnya dengan doa. Evaluasi juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas aksi berikutnya. Tim humas juga memonitoring media untuk memantau keberhasilan blow-up media dan tingkat ke-bias-an tuntutan.
- Angle foto Foto dapat berbicara lebih banyak dari kata-kata. Maka desain aksi yang menyediakan angle foto yang baik akan membuat aksi lebih mudah ter-blow up. Misalnya: aksi LSM Pro Fauna yang membuat balon kura-kura raksasa dalam menentang eksploitasi kura-kura sebagai komoditas.
- Kalimat posterKalimat poster biasanya juga menjadi incaran fotografer. Pilihlah kalimat yang cerdas namun tetap mencerminkan akhlak seorang mahasiswa. Unik dan kreatif adalah kuncinya. Misal : IMF = International Monster Fund.
- Uniform Keseragaman pakaian peserta aksi juga dapat menarik perhatian. Pakaian putih-putih, hitam-hitam atau mengenakan pakaian seperti orang utan untuk aksi mendukung keberlangsungan orang utan.
- Propaganda Propaganda dibuat untuk mencerdaskan masyarakat di sekitar aksi agar mereka mendukung aksi. Jika aksi dipusat keramaian, maka selebaran propaganda dapat menjadi bacaan yang mengusik perhatian.
- Pers release Selain data 5W+1H, pers release juga disusun dengan kalimat baik dan sudah sesuai dengan bahasa koran, sehingga redaktur tidak banyak mengedit. Adanya tambahan data dan angka dapat menambah bobot release.
- Yel/laguCiptakanlah yel-yel yang khas dan mudah diingat. Lagu bisa diperoleh dengan mengubah lirik dari lagu yang populis. Yel dan Lagu akan memelihara stamina massa.
- Symbolized Simbolisasi perlu dilakukan untuk mencuri perhatian media jika massa aksi tidak terlalu banyak. Misalnya : aksi membawa tikus ke kantor DPRD untuk menyindir anggota dewan yang tak ubahnya seperti tikus-tikus pengerat.
- Aliansi taktis Untuk memperkuat posisi tawar, aliansi kadang diperlukan. Aliansi didasarkan pada pertimbangan kesamaan ideologi, atau kesamaan isu , atau kesamaan metode. Jika aliansi ini adalah dari universitas, maka bendera masing-masing universitas wajib untuk ditonjolkan.
- Menghadapi wartawan. Jika jurnalis TV mewawancarai peserta aksi, sebaiknya peserta tersebut mengarahkannya kepada tim humas atau korlapnya agar jurnalis itu dpat mewawancarai person yang lebih valid dalam memberikan keterangan. Ketika di wawancara, demonstran yang efektif merancang pesannya supaya bisa disampaikan secara utuh dalam tempo 10 hingga 15 detik. Setelah pesan disampaikan secara singkat, padat, dan utuh - baru kemudian dilakukan elaborasi. Ini menjaga agar pesan utama secara utuh tetap bisa tersiar walaupun mungkin elaborasinya terpotong. Hal ini disebabkan karena spot berita TV sangat singkat, berbeda dengan media cetak yang dapat memuat banyak.
Posted by
Abd. Hafidz AR
at
19:35
0
comments
Sunday, 12 February 2012
Kondisi Libya Pasca Revolusi
Bagaimana Lembaga itu Terbentuk
--Para pemimpin Koalisi 17 Februari, gerakan oposisi berbasis di Benghazi terbentuk ketika timbul pemberontakan terhadap Qaddafi. Dewan lokal pun lantas dibentuk di kota-kota yang berhasil merebut kendali Qaddafi dan mereka mengirimkan perwakilan untuk membentuk NTC
--Dewan tersebut memiliki 40 anggota, setiapnya bertanggung jawab mewakili area geografis atau segmen seosial seperti pemuda, wanita, dan tahanan politik. Beberapa anggota yang berasal dari wilayah di mana pada hari-hari terakhir masih berada di bawah kekuasaan Qaddafi, termasuk Tripoli, tidak disebut namanya, sebab akan membuat nyawa mereka terancam.
Apa yang dilakukan
--Dewan mengatakan tujuan mereka adalah memastikan keamanan teritori, memimpin upaya untuk 'membebaskan' seluruh negara dan kota-kota yang mendukung keberadaan NTC, untuk memulihkan diri ke ke kehidupan normal. NTC juga memantau upaya awal untuk menciptakan sidang konstitusi demi menggelar referendum dan memandu halauan politik luar negeri. Dewan juga memiliki komite di beberapa bidang seperti ekonomi, politik, hukum, pertahanan dan kemananan.
--Secara terpisah, sebuah komite eksekutif atau kabinet telah dibentuk, meski secara resmi telah dibubarkan bulan ini terkait dengan pembunuhan komandan militer mereka, Abdel Fattah Younes, yang tak bisa dipastikan penyebabnya pada Juli.
NTC tidak terpengaruh dengan pembubaran divisi eksekutif. Kepala NTC, Mustafa Abdul Jalil, berkata mengingat dewan terbentuk bukan karena dipilih rakyat maka lembaga itu hanya akan dipertahankan hingga 8 bulan pertama dalam periode transisi menuju pemilu Libya. yang dijadwalkan digelar 20 bulan lagi.
Apakah Lembaga itu memiliki legitimasi
--Para pemimpin oposisi mengatakan mereka memenangkan dukungan populer secara tentativ pada hari pertama pemberontakan dilakukan, saat ribuan masa berkumpul di depan lembaga pengadilan yang terletak di dekat pantai kota Benghazi. Lokasi itu dianggap jantung revolusi dan massa bersorak ketika anggota Koalisi 17 Februari mengumumkan langkah pertama untuk mempertahankan kota, mengelola rumah sakit dan menjamin layanan mendasar publik.
Figur-figur pemimpin dari oposisi melakukan tur di kota-kota dan seluru desa kawasan timur Libya pada hari berikut untuk mengamankan dukungan bagi dewan nasional. NTC Resmi dibentuk pada 5 Maret.
Pemimpin oposisi mengatakan dewan merefleksikan keseimbangan antara kompentensi dan konsensus. Namun organisasi itu mengalami tantangan sejak awal berdiri yaitu: merekonsiliasi ambisi demokrasi dari warga yang didominasi kaum muda. Merekalah yang menolak dan menentang bentuk kepemimpinan Qaddafi
Siapakah yang memimpin
* Mustafa Abdel Jalil, adalah kepala NTC. Ia adalah pembentuk konsensus dengan perilaku halus berusia akhir 50-an. Mustafa dulu adalah menteri keadilan yang mengundurkan diri pada Februari setelah melihat penggunaan kekerasan terhadap pengunjuk rasa Benghazi.
Abdul Jalil menegaskan berulang kali rencana pengunduran diri setelah menolak tekanan untuk mengeksekusi tahanan yang ia yakini tak bersalah, demikian orang-orang dekatnya memaparkan. Jalil yang bertutur kata halus kerap menggunakan topi tradisional merah timur Libya, Tagia, kini tengah bernegosiasi dengan Tripoli, sebuah gagasan yang ditolak cepat oleh anggota lain NTC
*Mahmoud Jibril, adalah kepala komite eksekutif dewan, atau bisa disebut perdana menteri NTC. Ia awalnya seorang konsultan strategi yang menghabiskan sebagian karirnya di luar negeri. Jibril awalnya adalah kepala think-tank ekonomi negara Libya. Ia mengundurkan diri setelah Qaddafi menolak usulannya untuk mulai meliberalkan ekonomi. Ia memiliki jaringan kontak luar negeri sangat luas.
*Sempat muncul kebingungan atas siapa yang memimpin sayap militer ketika strategi pertempuran darat mereka mengalami kekacauan. Omar Hariri, yang menjadi pejabat bersama Qaddafi saat menyingkirkan Raja Idris pada 1969 namun kemudian dipenjarakan, mengepalai divisi militer di NTC.
*Kepala staf gabungan adalah Abdul Fattah Younes, yang menjadi menteri dalam negeri Qaddai dan memiliki pengalaman di militer sebelum membelot ke oposisi, hingga akhirnya terbunuh dalam pertempuran dengan pasukan Libya. Deputinya, Suleiman Mahmoud, telah diminta untuk mengambil alih dan tengah mempertimbangkan mengisi pos terebut. Kini dari komite eksekutif yang bertindak selaku menteri pertahanan adalah Galal Degheli.
*Ali Tarhouni adalah akademisi berbasis di AS dan figur oposisi di pengasingan yang kembali ke Libya untuk bertanggung jawab di bidang ekonomi, keuangan dan perminyakan dalam komite eksekutif. Abdul Hafiz Ghoga, juru bicara NTC dan wakil ketua NTC adalah pengacara bidang hak asasi manusia yang mewakili keluarga korban pada pembantaian massal penjara 1996.
*Kepala komite politik NTC adalah Fatih Baja. "Tentu saja kami siap untuk mengambil alih kekuasaan," ujar Baja seperti dilansir Reuters pekan lalu. "Kami telah mempersiapkan ini sejak bulan pertama revolusi," ujar Baja yang sebelumnya menjadi staf di Universitas Gar Yunis dan memiliki gelar di ilmu politik.
*Nama berikut adalah Salwa Fawzi El-Deghali. Sebelumnya ia mengajar di Academy of Graduate Studies, di Benghazi dan memiliki latar belakang pendidikan bidang hukum konstitusional. El Deghali adalah sosok yang bertanggung jawab pada urusan hukum dan legal.
Posted by
Abd. Hafidz AR
at
05:23
0
comments
Friday, 7 October 2011
SEPUTAR ADVOKASI
Sebelum membahas pengertian advokasi yang berlaku secara umum dan
advokasi menurut IRM, maka ada baiknya kita mengurai dulu keterkaitan
antara hikmah dan advokasi. “hikmah itu apa?” dan “advokasi itu semacam
bagaimana?” Ini penting guna meretas pemaknaan yang ada dan menghindari
ambiguitas.
Hikmah dan advokasi merupakan dua bentuk aktivitas
yang berbeda. Keduanya memiliki spesifikasi dan aplikasi kerja dan
sistematika konsep khusus, yang didalamnya terdapat variabel kerja
tersendiri dalam pencapaian targetnya. Namun dalam penerapannya dapat
dibentuk suatu rangkaian yang saling mempengaruhi. Sebuah koordinasi
sektarian yang dibangun dengan lebih melihat kebutuhan intern. Walaupun
pada akhirnya akan tetap terdapat beberapa prinsip prinsip khusus yang
berdiri tegak sebagai bentuk sifat aslinya.Oleh :
Sebuah tatanan
hasil kombinasi rangkaian yang dipaksakan saling mendukung dimana
keberadaan hikmah dapat diorientasikan fungsinya pada tataran
pengembangan gagasan dan wacana gerakan atau perumusan konsep (teori).
Sementara kehadiran advokasi dapat dimaknai sebagai gerakan aplikasi
aktif atas hasil kajian dan perumusan perumusan sikap atau perlawanan
pada tahap awal, baik dalam lembaran hikmah ataupun dalam kajian-kajian
khusus.
Adapun makna hikmah dan advokasi dalam beberapa teori terdapat beberapa arti diantaranya :
“Hikmah
secara bahasa berarti politik, secara istilah dalam kamus bahasa
Indonesia (1998:780) politik ialah (1) pengetahuan mengenai
ketatanegaraan,(2) segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dan
sebagainya) mengenai pemerintah negara atau negara lain, (3) cara
bertindak (dalam menghadapi masalah) atau kebijakan”
Menurut
Miriam Budiarjo (1981:8) “Politik adalah bermacam macam kegiatan dalam
suatu sistem politik (atau negara) yang menyangkut proses menentukan
tujuan dari sistem dan melaksanakan tujuan itu”.
Sedangkan
advokasi menurut almarhum Mansour Faqih (2000) adalah media atau cara
yang digunakan dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu. Advokasi
lebih merupakan suatu usaha sistematis dan terorganisir untuk
mempengaruhi dan mendesakkan terjadinya perubahan dalam kebijakan publik
secara bertahap maju.
Dalam buku “membela taman sebaya”
disebutkan bahwa: “Advokasi is defined is the promotion of cause or the
influenching of policy, founding streams or other politically determined
activity”. Artinya advokasi adalah promosi sebab atau pengaruh sebuah
kebijakan atau aktifitas lainnya yang ditentukan secara politik.
Advokasi
juga merupakan langkah untuk merekomendasikan gagasan kepada orang lain
atau menyampaikan suatu issu penting untuk dapat diperhatikan
masyarakat serta mengarahkan perhatian para pembuat kebijakan untuk
mencari penyelesaiannya serta membangun dukungan terhadap permasalahan
yang diperkenalkan dan mengusulkan bagaimana cara penyelesaian masalah
tersebut.
Berdasarkan pengertian tersebut diatas dapat disimpulkan
bahwa advokasi lebih merupakan suatu usaha sistematik dan terorganisir
untuk mempengaruhi dan mendesakkan perubahan, dengan memberikan sokongan
dan pembelaan terhadap kaum lemah (miskin, terbelakang, dan tertindas)
atau terhadap mereka yang menjadi korban sebuah kebijakan dan ketidak
adilan.
Dalam konteks kehidupan sosial keagamaan dan kemanusiaan,
advokasi lebih merupakan penerjemahan secara praksis dari nilai nilai
keagamaan yang berdimensi sosial, sekaligus sebagai gerakan pembebasan
dan kemanusiaan. Tujuannya adalah terjadinya transformasi struktur dari
struktur yang menindas dan tidak berpihak kepada kaum lemah kepada
struktur yang secara sosial, politik, dan ekonomi, lebih manusiawi,
etis, egalitarian, dan berkeadilan—bukan untuk mengantarkan kelas
mustadha’afin menegakkan kediktatoran baru.
Advokasi ketika dikaitkan dengan skala masalah yang dihadapi bisa dikategorikan kepada tiga jenis:
1.
Advokasi diri, yaitu advokasi yang dilakukan pada skala lokal dan
bahkan sangat pribadi. Misalnya saja ketika seorang pelajar tiba tiba
diskorsing oleh pihak sekolah tanpa adanya kejelasan, maka advokasi yang
dilakukan adalah dengan cara mencari kejelasan atau klarifikasi kepada
pihak sekolah.
2. Advokasi kasus, yaitu advokasi yang dilakukan
sebagai proses pendampingan terhadap orang atau kelompok yang belum
memiliki kemampuan membela diri dan kelompoknya.
Advokasi kelas,
yaitu sebuah proses mendesakkan sebuah kebijakan publik atau kepentingan
satu kelompok masyarakat (dalam hal ini pelajar dan remaja) dengan
tujuan akhir terwujudnya perubahan sistematik yang berujung pada
lahirnya produk perundang undangan yang melindungi atau berubahnya
legislasi yang dianggap tidak adil. Advokasi jenis ini melibatkan
stakeholder yang lebih banyak dan proses yang lebih sistematis
Oleh : Mas Mulyadi
Sebelum
membahas pengertian advokasi yang berlaku secara umum dan advokasi
menurut IRM, maka ada baiknya kita mengurai dulu keterkaitan antara
hikmah dan advokasi. “hikmah itu apa?” dan “advokasi itu semacam
bagaimana?” Ini penting guna meretas pemaknaan yang ada dan menghindari
ambiguitas.
Hikmah dan advokasi merupakan dua bentuk aktivitas
yang berbeda. Keduanya memiliki spesifikasi dan aplikasi kerja dan
sistematika konsep khusus, yang didalamnya terdapat variabel kerja
tersendiri dalam pencapaian targetnya. Namun dalam penerapannya dapat
dibentuk suatu rangkaian yang saling mempengaruhi. Sebuah koordinasi
sektarian yang dibangun dengan lebih melihat kebutuhan intern. Walaupun
pada akhirnya akan tetap terdapat beberapa prinsip prinsip khusus yang
berdiri tegak sebagai bentuk sifat aslinya.
Sebuah tatanan hasil
kombinasi rangkaian yang dipaksakan saling mendukung dimana keberadaan
hikmah dapat diorientasikan fungsinya pada tataran pengembangan gagasan
dan wacana gerakan atau perumusan konsep (teori). Sementara kehadiran
advokasi dapat dimaknai sebagai gerakan aplikasi aktif atas hasil kajian
dan perumusan perumusan sikap atau perlawanan pada tahap awal, baik
dalam lembaran hikmah ataupun dalam kajian-kajian khusus.
Adapun makna hikmah dan advokasi dalam beberapa teori terdapat beberapa arti diantaranya :
“Hikmah
secara bahasa berarti politik, secara istilah dalam kamus bahasa
Indonesia (1998:780) politik ialah (1) pengetahuan mengenai
ketatanegaraan,(2) segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dan
sebagainya) mengenai pemerintah negara atau negara lain, (3) cara
bertindak (dalam menghadapi masalah) atau kebijakan”
Menurut
Miriam Budiarjo (1981:8) “Politik adalah bermacam macam kegiatan dalam
suatu sistem politik (atau negara) yang menyangkut proses menentukan
tujuan dari sistem dan melaksanakan tujuan itu”.
Sedangkan
advokasi menurut almarhum Mansour Faqih (2000) adalah media atau cara
yang digunakan dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu. Advokasi
lebih merupakan suatu usaha sistematis dan terorganisir untuk
mempengaruhi dan mendesakkan terjadinya perubahan dalam kebijakan publik
secara bertahap maju.
Dalam buku “membela taman sebaya”
disebutkan bahwa: “Advokasi is defined is the promotion of cause or the
influenching of policy, founding streams or other politically determined
activity”. Artinya advokasi adalah promosi sebab atau pengaruh sebuah
kebijakan atau aktifitas lainnya yang ditentukan secara politik.
Advokasi
juga merupakan langkah untuk merekomendasikan gagasan kepada orang lain
atau menyampaikan suatu issu penting untuk dapat diperhatikan
masyarakat serta mengarahkan perhatian para pembuat kebijakan untuk
mencari penyelesaiannya serta membangun dukungan terhadap permasalahan
yang diperkenalkan dan mengusulkan bagaimana cara penyelesaian masalah
tersebut.
Berdasarkan pengertian tersebut diatas dapat disimpulkan
bahwa advokasi lebih merupakan suatu usaha sistematik dan terorganisir
untuk mempengaruhi dan mendesakkan perubahan, dengan memberikan sokongan
dan pembelaan terhadap kaum lemah (miskin, terbelakang, dan tertindas)
atau terhadap mereka yang menjadi korban sebuah kebijakan dan ketidak
adilan.
Dalam konteks kehidupan sosial keagamaan dan kemanusiaan,
advokasi lebih merupakan penerjemahan secara praksis dari nilai nilai
keagamaan yang berdimensi sosial, sekaligus sebagai gerakan pembebasan
dan kemanusiaan. Tujuannya adalah terjadinya transformasi struktur dari
struktur yang menindas dan tidak berpihak kepada kaum lemah kepada
struktur yang secara sosial, politik, dan ekonomi, lebih manusiawi,
etis, egalitarian, dan berkeadilan—bukan untuk mengantarkan kelas
mustadha’afin menegakkan kediktatoran baru.
Advokasi ketika dikaitkan dengan skala masalah yang dihadapi bisa dikategorikan kepada tiga jenis:
1.
Advokasi diri, yaitu advokasi yang dilakukan pada skala lokal dan
bahkan sangat pribadi. Misalnya saja ketika seorang pelajar tiba tiba
diskorsing oleh pihak sekolah tanpa adanya kejelasan, maka advokasi yang
dilakukan adalah dengan cara mencari kejelasan atau klarifikasi kepada
pihak sekolah.
2. Advokasi kasus, yaitu advokasi yang dilakukan
sebagai proses pendampingan terhadap orang atau kelompok yang belum
memiliki kemampuan membela diri dan kelompoknya.
Advokasi kelas,
yaitu sebuah proses mendesakkan sebuah kebijakan publik atau kepentingan
satu kelompok masyarakat (dalam hal ini pelajar dan remaja) dengan
tujuan akhir terwujudnya perubahan sistematik yang berujung pada
lahirnya produk perundang undangan yang melindungi atau berubahnya
legislasi yang dianggap tidak adil. Advokasi jenis ini melibatkan
stakeholder yang lebih banyak dan proses yang lebih sistematis
Posted by
Abd. Hafidz AR
at
23:34
0
comments
PEMIKIRAN ISLAM LIBERAL
Perjalanan pemikiran Islam itu juga dipengaruhi oleh naik turunnya kekuasaan pada abad ke-15, terjadi kemerosotan pemikiran Islam serta ditandai oleh kejumudan berpikir sehingga kekuasaan para penjajah menjadi kuat di hampir semua negara Islam yang terjajah, apa lagi para penjajah ini juga membawa konsepsi pemikiran yang sengaja dikembangkan untuk menyingkirkan atau paling tidak memdistorsi pemikiran Islam. Karena itu terjadi penurunan pemikiran di antara umat Islam sendiri. Ada yang ingin mempertahankan nilai-nilai Islam dalam kehidupan mereka, kelompok ini disebut oleh para orientalis sebagai kelompok konservatif sedangkan anti tesa dari kelompok ini adalah kelompok yang menginginkan perubahan dalam pemikiran Islam sehingga ditarik sedemikian rupa agar sesuai dengan pemikiran modern yang nota bene adalah model Barat. Kelompok kedua inilah disebut dengan kelompok yang berpandangan Liberal (Liberal Islam).
Istilah Islam Liberal
Para orieiitalis Barat berbeda pendapat ketika menilai Islam. Charles Kurzman mencatat sejumlah tokoh yang menilai Islam secara pesimis, seperti Voltaire (1745) dalain bukunya “Mahomet of Fanaticism” menilai bahwa Islam identik dengan kefanatikan. Dalam terminologi politik, kekuasaan Islam berarti dispotisme (kesewenang-wenangan), kata Montesquie, demikian juga Francis Bacon (1622) yang mengidentikkan kekuasaan Islam dengan Monarki Absolut. Sedangkan di bidang militer Islam identik dengan teror seperti diungkap oleh Eugene Delacroix (1824). Bahkan sastrawan Ernest Renon (1862) berpendapat bahwa tradisi Islam identik dengan keterbelakangan dan primitif.
Namun demikian banyak terdapat sejumlah tokoh orientalis Barat yang memandang Islam secara objektif seperti Arnold Toynbee dalam bukunya “The Preaching of Islam “ atau John L. Esposito dalam bukunya “The Islamic Threat: Mith or Reality” lebih positif lagi adalah para tokoh Barat yang masuk Islam seperti Leopold Asad, Maryam Jamilah yang menulis buku “Islam and Modernism” dan Roger Gerandy yang menulis “Tromisses De L’ Islam.”
Menurut Kurzman, bahwa biasanya membicarakan Islam Liberal berarti membandingkannya dengan Liberalisme Barat yang intinya pada daya kritisnya, meskipun terdapat perbedaan diantara keduanya, karena Liberal Islam masih berpijak kepada Al-Quran dan Hadis serta sejarah Islam. Sedangkan menurut Prof. William Montgomery Watt bahwa istilah Islam menunjuk kepada kaum muslimin yang menghargai pandangan Barat dan merasa bahwa kritikan terselubung atau terang-terangan terhadap Islam sebagiannya dapat dibenarkan. Mereka memandang dirinya sebagai umat Islam dan berkehendak menjalani kehidupannya sebagai Muslim. Istilah Liberal Islam identik dengan kalangan modernis dan neo mu’tazilah.
Perkembangan Islam Liberal
Liberal Islam bagi Kurzman, sama seperti kaum pembaharuan yang menyerukan kepada modernitas dan meninggalkan keterbelakangan masa lalu serta menyerukan kapada pengembangan teknologi, ekonomi, demokrasi dan hak-hak resmi. Para tokoh pembaharuan yang disebut-sebut berpengaruh adalah Muhammmad bin Abdul Wahhab dari Saudi Arabia, syekh Jibril bin Umar AI-Aqdisi dari Afrika Barat, Haji Miskin dari Sumatra, Haji Syariat Allah dan Ahmed Brelwi dari Asia Selatan dan Ma Ming Xin dari Cina. Tetapi pengaruh Liberal Islam yang paling kuat dari pembaharuan India yang bemama Shah Wali Allah Addahlawi (1703-1762). Sedangkan Montgomery Watt memandang bahwa Liberal Islam bermula pada abad 19 sampai masa kemerdekaan (1945).
Tokoh-tokoh Islam Liberal
Para tokoh kaum Liberal Islam yang paling menonjol dan banyak dicatat oleh para penulis Barat adalah Sayyid Ahmad Khan (1817-1898) dari India. Beliau melihat bahwa perlakuan Inggris terhadap kaum muslimin di negaranya sangat sengsara dan diperlakukan tidak adil. Sementara warga hindu dianak-emaskan. Sebagai contoh di kota Bengal, departemen-departemen pemerintahan diletakkan para insinyur, akuntan dan pegawai lainnya dari warga Hindu sementara warga muslim satu dua orang dari 300 anak di perguruan tinggi Inggris di Calcutta tidak sampai 1% adalah orang-orang muslim. Maka Ahmad Khan menulis buku untuk disampaikan kepada pemerintah Inggris di India atas berbagai perlakuan ketidakadilan dan perbuatan sernena-rnena yang menyebabkan kebencian warga muslim kepada Inggris. Sampai pada saatnya tahun 1869 Sayyid Ahmad Khan urnurnya sudah 52 tahun, ia pergi menemani anaknya yang sekolah ke Inggris. Keberangkatannya itu bermaksud untuk mengumpulkan bahan guna membantah para tokoh orientalis Inggris yang menyudutkan sejarah Nabi Muhammad SAW, sampai selesai tulisan berjudul “Essays on The Life of Muhammad” yang berbau apologis narnun tak lama kemudian buku itu diungguli oleh tokoh liberal India bernama Sayyid Amir Ali (1849-1928), narnun demikian Sayyid Ahmad Khan telah berhasil memompa semangat kaum muslimin dengan membujuk mereka mengambil kebijaksanaan bekerja sama dengan Inggris. Upaya ini melibatkan penerimaan nilai-nilai Barat hingga taraf tertentu, karena secara tidak langsung dinyatakan bahwa generasi muda muslim akan memasuki sekolah-sekolah yang dibangun guna mendidik mereka menjadi abdi negara. Salah satu prestasi Ahmad Khan adalah pembukaan suatu kolase pada 1877 yang menjadi cikal bakal Universitas Aliqrah yang resmi berdiri pada 1920.
Sedangkan Sayyid Amir Ali dengan bukunya yang terkenal “The Spirit Of Islam” dalarn edisi Indonesia berjudul “Api Islam “ itu pada hakekatnya merupakan suatu pandangan tentang Islam dan pembawaannya yang mewujudkan seluruh nilai liberal yang di puja di Inggris pada masa Ratu Victoria. Amir Ali berpandangan bahwa Muhammad adalah “Guru Agung” seorang yang percaya kepada kemajuan, yang menjunjung tinggi penggunaan akar dan bahkan pelopor agung rasionalisme, yaitu seorang manusia yang benar-benar modern. Islam dipandang sebagai agama paling ideal, yang menanarnkan suatu kepercayaan yang besar kepada Tuhan dan menekankan kesucian moral serta kode etik yang tinggi. Perang-perang yang dilakukannya semata-mata bersifat defensif yang mengangkat martabat wanita, memperbaiki nasib para budak dan mencela perbudakan yang menganjurkan pengetahuan dan ilmu serta menegaskan tanggung jawab manusia dan karsa bebasnya.
Di Sudan, muncul Sadiq AI-Mahdi sebagai figur politik yang mendukung gagasan Liberal Islam yang menghendaki Islamisasi yang lebih luas tetapi bukan dengan jalan membentuk masyarakat masa kini dalam cetakan intelektual dan sosial generasi Islam yang menganggap “babwa sya’riah cukup lentur untuk mengijinkan hal ini. Caranya yaitu melampaui madzhab-madzhab hukum Islam dan hanya terikat pada Al-Qur’an dan sunnah serta mampu mengatasi kondisi-kondisi masa kini. Perjuangan itu selanjutnya dikembangkan oleh Dr. Hassan Turabi yang kemudian mengahadapi tantangan hebat dari para ulama setempat seperti Dr. Syaikh Ja’far ldris, Amir AI-Haj dll.
Keberhasilan kaum Liberal Islam yang paling menonjol adalah ditangan Mustafa Kamal Ataturk (l924) sebagai lembaga sakral umat Islam di dunia, dan merubah pendidikan Islam tradisional menjadi ala Barat bahkan melarang peagajaran bahasa arab sampai-sampai adzanpun tidak diperbolehkan pakai bahasa arab tetapi dikumandangkan dengan bahasa Turki. Suara penolakan khilafah Islamiah sebagai institusi pemerintahan Islam digugat oleh Ali Abd. Raziq (1925) dari Mesir. la mengkritik keabsahan kekhalifahan, tetapi juga mempertanyakan dasar-dasar kekuasaan dalam Islam.
Di Indonesia gagasan Islam Liberal diteliti oleh Dr. Greg Barton yang ditulis dalam disertasi doktornya di Monash University, Melbourne, Australia. Penelitian ditekankan mulai tahun 1960 sampai 1990. Gerakan dan pemikiran ini telah mempelopori perkembangan lslam Liberal yang disebut Neo-Modemisme Islam yang telah berpengaruh pada tataran keagamaan, sosial, dan politik. Gerakan ini secara luas tumbuh dilingkungan para Intelektual yang memiliki latar belakang modern, yang dikombinasikan dengan pendidikan Islam klasik. Kemunculannya di Indonesia merupakan pendorong bagi terbitnya kebangkitan baru satu generasi muslim, terutama kelas menengah kota, sehingga mampu berperan secara lebih liberal dan progresif untuk sebuah Indonesai baru. Disertasi itu memfokuskan kepada empat tokoh penarik gerbong liberal Islam di Indonesia yaitu, Abdurrahman Wahid (Gus Dur, mantan presiden RI ke-4), Dr. Nurcholis Majid (ketua yayasan Paramadina, telah wafat), Johan Efendi (sekertaris Gus Dur di istana) dan Ahmad Wahid (telah wafat). Barton mencoba menempatkan mereka dalam konteks globalisasi dan modemnisasi yang lebih luas.
Analisa Pokok-pokok Pemikiran Kaum Islam Liberal
Tema sentral dari pokok-pokok pemikiran kaum liberal Islam adalah rasionalisasi dan modernisasi terhadap Islam selain masalah gender, kepemimpinan wanita, dan kemajuan ilmu pengetahuan serta tak jarang menuju kepada sekularisasi.
Kalau kita amati bahwa lahirnya pemikiran para tokoh kaum liberal Islam itu disebabkan karena beberapa hal, yaitu:
1) Faktor penjajahan panjang yang menyebabkan keterbelakangan umat Islam di segala bidang.
2) Faktor kebodohan dan kejumudan umat Islam yang mengakibatkan setagnasi pemikiran dan keterbelakangan pendidikan.
3) Apa yang mereka saksikan dari pengamatan langsung ke dunia Barat sampai terkesima yang mendorong mereka melahirkan sikap untuk membawa umat Islam kearah kemajuan barat yang tidak jarang mereka sikapi dengan apologi yang berlebihan.
Pada hakikatnya ada titik-titik kelebihan dan kelemahan pada pemikiran kaum liberal Islam itu. Titik kelebihan yang menonjol bahwa mereka telahmerangsang kebangkitan kaum tradisionalis untuk bangkit berijtihad dan melakukan berbagai perubahan. Tetapi titik-titik kelemahannya cukup banyak. Paling tidak sikap reaktif mereka terhadap kenyataan tidak dibarengi dengan implementasi riil yang dapat dirasakan oleh umat secara luas sehingga bisa menyadarkan mereka bahwa karya mereka bermanfaat bagi umat. Juga tidak jarang lebih banyak bersifat teoritik dan mencibir serta apologetik dan berbangga diri sehingga melahirkan arogansi intelektual.
Dalam struktur Islam di Indonesia, kaum liberal Islam termasuk pembawa bendera Islam substantif untuk berhadapan dengan kelompok Islam lain yaitu kelompok Islam formalistik dan kelompok Islam fundamentalis atau konserfatif. Dalam tatanan pemerintahan kelompok Islam formalistik nampak pada corak pemerintahan orde lama, orde baru dan pemerintahan Habibie. Sedangkan kelompok Islam sustansif nampak dalam pemerintahan Gus Dur. Dan keduanya telah gagal, sehingga kesempatan terakhir pada kelompok Islam ketiga yaitu fundamentalis yang sekarang lagi getol-getolnya menuatut pelaksanaan syariat Islam di Indonesia atau melalui otonomi khusus/daerah.
Dari segi pemikiran, perguruan-perguruan tinggi terutama institut agama Islam negeri (IAIN) adalah tempat subur berkembangnya aliran pemikiran liberal Islam dan nampak sangat kebarat-baratan. WALLAHU’ALAM.
Referensi:
- Charles Kurzman, Introduction Liberal Islam and Yts Islamic Contec, Oxford University, new York 1998, hal : 3.
- William Montgomery Watt. Fundamefitaliismee Islam dan Modernitos, terjemah Tauflk Adna Arnal, Raja Grafindo,Jakarta,hal : 129.
- H.A. Mukti Ali, Alam Pikiran yang disebut modern di Yunani dan Pakistan, Mizan, Bandung, Cat-Hal 52.
- Al- Amin Al-Had, Arraddul Qoim Lima Ja’a bihi Atturabi, Markadz shaaf, cetakan 1, tahun 1417 H-1997 M.
- M. Dim Shamsudin, Islam dan politik, Jakarta, logos, cetakan 1, tahun 2001, hal 132.
- Greg Barton, Gagasan Islam Liberal di Indonesia, Jakarta, Paramadina, cetakan 1, 1999,
Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional FISIP UR
Berdomisili di Pekanbaru
kritik dan saran bisa disampaikan ke :
bmalay48@yahoo.com
Posted by
Abd. Hafidz AR
at
23:30
0
comments
PEJUANG ITU BERNAMA TAN MALAKA...
Nama Sutan Ibrahim Datuk Tan Malaka kembali mencuat, kali ini karena
tersiar kabar kejelasan kematiannya karena ditembak mati di Desa Selo
Panggung di kaki Gunung Wilis di Jateng atas perintah Letnan Dua
Soekotjo dari Batalion Sikatan Divisi Brawijaya, 21 Februari 1949.
Menurut sejarawan Belanda sekaligus Direktur KITLV Press (Institut
Kerajaan Belanda Untuk Studi Karibia dan Asia Tenggara) Harry A. Poeze
eksekusi itu berdasarkan surat perintah Pangdam Brawijaya Soengkono dan
Komandan Brigade Soerahmat untuk menjaga stabilitas Indonesia yang
dicabik-cabik Agresi Militer II Belanda tahun 1949.
“Keputusan Malaka ikut berjuang di pedalaman bersama Batalion
Sabarudin (Brawijaya) adalah langkah salah. Dia [Sabarudin] dikenal
psikopat,” ujar Poeze dalam peluncuran tiga jilid buku Verguisd en
Vergeten, Tan Malaka, de linkse beweging en de Indonesiche Revolutie,
1945 – 1949 (Dihujat dan Dilupakan, Tan Malaka Gerakan Kiri dan Revolusi
Indonesia 1945 – 1949), di Gedung Juang awal pekan ini.
Saat itu Dwi Tunggal Indonesia, Soekarno-Hatta ditahan Belanda di
Bangka sementara Panglima Besar Sudirman bergerilya melakukan perlawanan
semesta, berpindah-pindah hingga Belanda dipukul mundur dan memilih
sepakat dalam Konfrensi Meja Bundar.
Poeze dalam menambah deretan sejarawan asing yang memberi wacana baru bagi beberapa tokoh besar Tanah Air.
Sebetulnya fakta Malaka digilas konflik ideologi bagi sebagian orang
bukan kabar baru. Sebelumnya hal ini sudah disebut dalam biografi Iwa
Kusuma Sumantri yang tertunda-tunda peluncurannya selama dua dekade.
Iwa menyebut Malaka dieksekusi karena membawa mandat dari Sukarno
untuk menjadi pemimpin Indonesia jika Dwi Tunggal berhalangan atau
tertangkap di masa revolusi.
Profil Tan Malaka memang menarik, perannya yang besar bagi revolusi
kemerdekaan begitu abu-abu karena idologinya sehingga sulit ditempatkan
pada sisi mana.
Lahir dan dibesarkan sebagai Islam, dalam pekembangnya, Malaka adalah
guru komunis nomor wahid internasional. Meski demikian pria asal Nagari
Pandam Gadang, Suliki, Sumbar, 2 Juni 1897 itu justru seringkali
bentrok dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Selama hidupnya, dia tak pernah menikah. Menurut kesaksian perempuan
yang dijodohkan padanya, Paramitha Abdulrachman, Malaka seorang
homoseksual.
Perjuangannya konsisten di jalur intelektual dan mengangkat senjata.
Sedikit banyak mirip Che Guevara. Malaka kukuh mengkritik tirani, baik
kolonial Hindia-Belanda maupun pemerintahan Soekarno.
Sebagai pembangkang, hidupnya habis di penjara dan pembuangan di
dalam dan luar Indonesia. Hal yang membuatnya mumpuni membangun jaringan
gerakan komunis internasional untuk gerakan anti penjajahan di Asia
Tenggara yang dirintis Ketua Umum pertama PKI Semaun.
Meski memimpikan Indonesia merdeka lewat Naar Repoebliek Indonesia
(Menuju Republik Indonesia) yang ditulisnya tahun 1924 di Kanton, China,
Malaka justru menentang gerakan revolusi PKI tahun 1926.
Malaka juga lebih suka bergerak dalam bayangan, meski menggerakkan
arus perjuangan dia justru tak bisa hadir dalam proklamasi kemerdekaan
17 Agustus 1945. Poeze bahkan berhasil mendapatkan foto Soekarno
berdampingan dengan Malaka dalam panasnya Rapat Ikada.
Belakangan Sukarno meminta seniornya itu untuk siap menggantikannya
jika dia berhalangan. Menurut Sejarawan Asvi Warman Adam, Poeze
mendapatkan selain Malaka dan Iwa terdapat nama Syahrir dan Wongsonegoro
dalam mandataris pengganti Soekarno yang telah disetujui Hatta.
Nama Malaka kembali heboh usai kudeta militer 3 Juli 1946 Jenderal
Mayor Soedarsono yang gagal. Peristiwa itu membuat Hatta menjebloskan
Malaka beserta para pemimpin aliran Marxisme-Leninisme ke penjara
Wirogunan Yogyakarta.
Dalam pencajara dia tetap menggalang massa. Simpatisannya di tingkat
elite cukup banyak mulai dari pemimpin Barisan Banteng Dr. Muwardi
(Islam), Urip Sumoharjo (Katolik), Gatot Subroto (Budha) hingga Panglima
Besar Sudirman (Islam).
Kedekatan Sudirman pada tokoh Sosialis itu pernah dikupas SI
Poeradisastra, sejarawan dan Guru Besar UI dalam “Tingkah Laku Politik
Panglima Besar Soedirman” yang dirilis 1984 lalu dicekal Kejagung 28
Agustus 1984 lewat fatwa No 167/JA/8/1984.
Pasca persetujuan Renville yang amat merugikan Indonesia, Malaka
membentuk GRR (Gerakan Revolusi Rakyat) di bawah pimpinan dirinya dan
Rustam Effendi pada 6 Juni 1948.
Organisasi itu didirikan untuk mengimbangi kekuatan kelompok
Marxisme-Liberalisme moderat di bawah pimpinan Amir Sjarifuddin dan
Sjahrir yang menguasai pemerintah saat itu.
Setelah itu politik Tanah Air berkutat pada pertarungan perebutan
puncak kekuasaan yang memanas usai kebijakan “Rasionalisasi angkatan
Perang”, ide Urip Sumoharjo yang disetujui Hatta untuk menjinakan
laskar-laskar bersenjata di wilayah RI saat itu.
Bayangkan betapa sesaknya Solo dan Yogya saat itu 400.000 laskar
bersenjata tanpa kedisiplinan militer ditambah tentara Divisi
Siliwangi-bersama keluarganya–yang terusir dari wilayah Jabar harus
istirahat dari perang dan dalam kondisi ekonomi yang tak menentu. Dari
jumlah itu, milisi bersenjata diciutkan tinggal 57.000 saja.
Puncak gesekan terjadi pada September 1948, Front Demokrasi Rakyat
(FDR)/PKI berdiri di balik pemogokan di Delanggu dan kekacauan setelah
Pekan Olah raga Nasional I di Solo, 12 September 1948.
Tarik menarik kepentingan, culik menculik dan bunuh membunuh
kecil-kecilan kedua kubu berujung pada pertempuran besar 13 September
1948 antara FDR-PKI yang mengorganisir Divisi Panembahan Senopati
melawan kekuatan pemerintah Barisan Banteng, Hisbullah, ALRI dan Divisi
Siliwangi.
Baku tembak berakhir dua hari dengan gencatan senjata yang disaksikan
Panglima Besar Jenderal Sudirman, petinggi-petinggi militer RI termasuk
Residen Sudiro.
Kondisi ini membuat Hatta membutuhkan dukungan, lalu atas saran
Sudirman membebaskan Malaka 16 September. Dua hari berselang justru
pecah Madiun Affair.
Uniknya pada proklamasi Negara Republik Komunis Indonesia, 18
September para pemimpin puncak PKI termasuk Muso justru masih berada di
luar kota.
Namun penyelidikan peristiwa ini tak berujung, Indonesia yang lemah
lunglai dibokong Belanda yang menggelar agresi militer II, 19 Desember
1948. Sukarno-Hatta menyerah di Yogyakarta, lupa janjinya akan ikut
bergerilya melakukan perlawanan semesta.
Malaka dan Sudirman yang akrab di Persatuan Perjuangan kembali ke
pedalaman. Tiga bulan berselang, Malaka tewas misterius menyusul nasib
tangan kanannya, Muwardi yang hilang misterius diculik komunis pada
September 1948 di Jebres, Solo.
Selama Orde Baru berkibar, Tan Malaka yang ditetapkan sebagai
Pahlawan kemerdekaan Nasional oleh Presiden Soekarno 28 Maret 1963,
bersama Semaun sempat hilang dalam buku pelajaran sejarah. Uniknya
namanya hilang sejak tahun 1959 sampai 1999.
Posted by
Abd. Hafidz AR
at
23:28
0
comments
Labels
- Peresmian (1)